Berita DPD Partai Golkar Aceh
Berita dan kegiatan terbaru DPD Partai Golkar Aceh.

TRK Pimpin Golkar Nagan Raya, Targetkan Raih 8 Kursi DPRK pada Pemilu 2029
Golkar Nagan Raya di bawah kepemimpinan Teuku Raja Keumangan (TRK) menargetkan delapan kursi DPRK pada Pemilu 2029 melalui penguatan konsolidasi dan kerja organisasi.

Ketua Golkar Aceh Dukung Investasi di Nagan Raya, Ajak Kader Beringin Kawal Pembangunan Daerah
Ketua DPD Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, MM mendukung investasi yang mendorong pertumbuhan Nagan Raya dan mengajak kader Golkar mengawal pembangunan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bahlil Lantik Pengurus DPD Golkar Aceh, Salim Fakhry Optimis Tambah Kursi Dewan
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik pengurus DPD Partai Golkar Aceh periode 2025–2030. H. M. Salim Fakhry, MM optimistis konsolidasi baru akan menambah kursi legislatif Golkar dari Aceh.

Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Targetkan Perolehan Kursi Legislatif Meningkat
Bahlil Lahadalia meminta kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Aceh memperkuat konsolidasi organisasi untuk meningkatkan representasi legislatif.

Kepengurusan Baru Golkar Aceh Menempatkan Regenerasi sebagai Fokus Utama
Komposisi pengurus baru memberi ruang luas kepada kader muda, tetap mempertahankan peran senior, dan memenuhi keterwakilan perempuan.

Dari Aceh, Bahlil Tegaskan Dua Agenda Besar Partai Golkar
Golkar diarahkan untuk menambah kursi legislatif dan memastikan dukungan terhadap pemerintahan nasional berjalan sampai akhir masa jabatan.

Bahlil Janji Kawal Aspirasi UUPA dan Hilirisasi Blok Andaman
Aspirasi revisi UUPA, Dana Otonomi Khusus, dan pemanfaatan gas Blok Andaman dibahas dalam pelantikan serta konsolidasi Golkar Aceh.

Golkar Aceh Dukung Isbat Wakaf sebagai Salah Satu Solusi Polemik Blang Padang
Salim Fakhry mendukung penyelesaian melalui komunikasi, kajian hukum, dan musyawarah selama memberi manfaat serta tidak merugikan pihak terkait.

Kontes Durian Aceh Tenggara Dorong Lahirnya Varietas Unggul dan Agrowisata
Kontes durian dimanfaatkan untuk mempromosikan hasil petani, memperkuat agrowisata, membuka peluang investasi, dan mencari varietas unggulan.

Bupati Agara Salim Fakhry Apresiasi Polda Aceh Gagalkan Peredaran 10 Kilogram Sabu di Bireuen
Salim Fakhry menilai keberhasilan aparat menggagalkan peredaran narkotika merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat dan generasi muda.
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Targetkan Perolehan Kursi Legislatif Meningkat


Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menempatkan konsolidasi organisasi sebagai agenda utama kepengurusan baru Golkar Aceh periode 2025–2030.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik jajaran DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kepengurusan tersebut dipimpin H. M. Salim Fakhry, Bupati Aceh Tenggara yang juga menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, bersama sekitar 180 orang pengurus.
Dalam arahannya, Bahlil menegaskan bahwa peningkatan jumlah kursi legislatif tidak dapat dicapai hanya melalui kegiatan seremonial. Target tersebut harus didukung organisasi yang aktif, terhubung hingga tingkat kabupaten dan kota, kecamatan, serta desa, sehingga kerja politik dapat berlangsung secara konsisten.
Pelantikan dan musyawarah daerah diposisikan sebagai bagian dari konsolidasi, bukan sebagai akhir dari proses organisasi. Setelah pelantikan tingkat provinsi, jajaran pengurus diminta segera memastikan struktur di bawahnya terbentuk, bekerja, dan memiliki agenda yang terukur menjelang pemilu berikutnya.
Bahlil juga menyampaikan dua agenda besar Partai Golkar. Agenda pertama adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif. Agenda kedua adalah mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Menurutnya, situasi geopolitik dunia yang belum stabil dapat berdampak pada ekonomi dan ketahanan energi Indonesia. Karena itu, kader Golkar diminta membantu menjelaskan serta mengawal program pemerintah, sembari tetap menyampaikan kebutuhan masyarakat daerah melalui mekanisme politik dan pemerintahan yang tersedia.
Untuk Aceh, Bahlil meminta jajaran Golkar membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam melanjutkan pembangunan. Perbedaan atau kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan, menurutnya, perlu diselesaikan melalui pembicaraan yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Salim Fakhry menyampaikan bahwa Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRD kabupaten dan kota, sembilan anggota DPR Aceh, serta tiga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh. Ia menyatakan kepengurusan baru akan bekerja secara kolektif untuk menambah capaian tersebut melalui konsolidasi dan persatuan seluruh unsur partai.
Kepengurusan Baru Golkar Aceh Menempatkan Regenerasi sebagai Fokus Utama

Pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh menandai dimulainya fase regenerasi dengan perpaduan kader muda, tokoh senior, perempuan, profesional, dan pelaku usaha.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik pengurus DPD I Partai Golkar Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Kepengurusan periode baru dipimpin Muhammad Salim Fakhry, Bupati Aceh Tenggara sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Aceh.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ikrar pengurus. Ikrar tersebut menjadi pernyataan komitmen untuk menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, menaati ketentuan organisasi, serta melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada setiap bidang kepengurusan.
Setelah ikrar, Bahlil menyerahkan pataka Partai Golkar kepada Salim Fakhry. Penyerahan pataka menjadi simbol dimulainya masa kerja kepengurusan baru dan penegasan tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan organisasi di seluruh wilayah Aceh.
Salim menjelaskan bahwa sekitar 70 persen susunan pengurus diisi kader muda. Mereka berasal dari organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, lembaga kaderisasi, kalangan profesional, dan pelaku usaha. Komposisi itu dipilih untuk menghadirkan energi baru sekaligus memperluas basis kaderisasi.
Keterlibatan kader muda tidak menghilangkan peran tokoh senior. Para senior tetap ditempatkan pada badan strategis, antara lain Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar. Pola ini dimaksudkan agar pengalaman organisasi dapat menjadi fondasi bagi generasi penerus.
Kepengurusan baru juga memenuhi keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Ketentuan tersebut dipandang bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bagian dari upaya memperluas partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan kerja politik partai.
Di luar agenda internal, Golkar Aceh menyatakan akan membangun sinergi dengan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dari Aceh, Bahlil Tegaskan Dua Agenda Besar Partai Golkar

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi penghubung antara dua agenda utama Partai Golkar: penambahan kursi dan dukungan kepada pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat melantik jajaran DPD Partai Golkar Aceh periode 2025–2030 di Banda Aceh. Dalam kegiatan itu, Muhammad Salim Fakhry—Bupati Aceh Tenggara sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Aceh—resmi memimpin kepengurusan baru.
Agenda pertama yang ditekankan adalah peningkatan perolehan kursi legislatif. Bahlil menilai target itu harus dibangun melalui konsolidasi yang menjangkau seluruh tingkatan organisasi, bukan hanya melalui aktivitas menjelang pemilu.
Agenda kedua adalah memastikan Partai Golkar terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut mencakup pengawalan program pemerintah sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat melalui kader partai di lembaga legislatif dan eksekutif.
Kegiatan di Aceh menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional yang meliputi pelantikan pengurus, rapat kerja daerah, dan bimbingan teknis. Melalui rangkaian itu, struktur partai diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai target, pembagian kerja, dan tanggung jawab organisasi.
Bahlil meminta pengurus baru merangkul seluruh unsur tanpa membedakan latar belakang atau generasi. Ia mengingatkan bahwa Partai Golkar tumbuh dari beragam kelompok masyarakat, termasuk petani, nelayan, guru, buruh, kalangan profesional, dan purnawirawan.
Dalam susunan kepengurusan Aceh, Sabri Badruddin dipercaya sebagai sekretaris, Muhammad Rizky, SE sebagai bendahara, dan Khalid sebagai ketua harian. Mereka bersama jajaran bidang lainnya bertugas menerjemahkan agenda konsolidasi ke dalam program kerja yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi.
Bahlil Janji Kawal Aspirasi UUPA dan Hilirisasi Blok Andaman

Bahlil Lahadalia menyatakan aspirasi Aceh mengenai revisi UUPA dan pemanfaatan gas Blok Andaman akan diperjuangkan sesuai pembagian kewenangan pusat dan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bahlil setelah melantik pengurus DPD I Partai Golkar Aceh yang dipimpin Salim Fakhry, Bupati Aceh Tenggara sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Aceh. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi daerah dan bimbingan teknis bagi anggota Fraksi Golkar di DPRA dan DPRK se-Aceh.
Bahlil menilai pembangunan Aceh perlu memperoleh nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam. Dalam konteks Blok Andaman, pengembangan gas tidak diharapkan berhenti pada kegiatan produksi, tetapi juga membuka peluang pembentukan industri dan kegiatan ekonomi penunjang di Aceh.
Sebagian produksi gas diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan nasional melalui PLN. Pada saat yang sama, pemerintah mempertimbangkan kebutuhan industri di Aceh agar proyek tersebut menciptakan efek berganda, termasuk kesempatan kerja, aktivitas jasa, dan pertumbuhan usaha daerah.
Pembahasan proyek juga harus mengikuti pembagian kewenangan wilayah laut. Wilayah hingga 12 mil menjadi kewenangan pemerintah daerah, sedangkan wilayah di luar batas itu berada di bawah pemerintah pusat. Karena itu, keputusan mengenai pemanfaatan dan fasilitas pendukung memerlukan koordinasi antarpemerintah.
Salim Fakhry meminta DPP Partai Golkar ikut mengawal revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh, khususnya terkait keberlanjutan Dana Otonomi Khusus. Ia menyampaikan harapan agar besaran dana dapat dipertahankan pada tingkat yang memadai bagi kebutuhan pembangunan Aceh.
Salim juga menilai kebijakan biodiesel B50 dapat meningkatkan penyerapan hasil perkebunan sawit. Bagi daerah penghasil, peningkatan permintaan diharapkan berpengaruh terhadap pendapatan petani dan menggerakkan kegiatan ekonomi yang terkait dengan komoditas tersebut.
Di bidang organisasi, Bahlil kembali menekankan konsolidasi menuju Pemilu 2029. Pengurus provinsi diminta menuntaskan pembentukan dan penguatan struktur hingga kecamatan dan desa, agar partai mampu mengawal aspirasi pembangunan secara berjenjang.
Pelantikan, rakorda, dan bimtek diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Bimtek bagi anggota legislatif diarahkan untuk memperkuat kapasitas dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Golkar Aceh Dukung Isbat Wakaf sebagai Salah Satu Solusi Polemik Blang Padang

Ketua DPD I Partai Golkar Aceh yang juga Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, mendukung kajian isbat wakaf sebagai salah satu opsi penyelesaian status Blang Padang.
Salim menyatakan setiap langkah pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh patut didukung. Ia berharap upaya Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan status Blang Padang dapat memperoleh hasil dan menghentikan polemik yang telah berlangsung lama.
Menurutnya, pemerintah pusat perlu mempertimbangkan usulan isbat wakaf melalui kajian yang cermat. Penyelesaian tidak hanya menyangkut pembuktian hukum, tetapi juga kepentingan sejarah, keagamaan, penguasaan lahan, dan ketenteraman masyarakat.
Salim menilai komunikasi intensif antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat menjadi syarat penting. Dialog perlu memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dan setiap keputusan memiliki legitimasi yang dapat diterima oleh para pemangku kepentingan.
Ia juga mendukung apabila pemerintah mempertemukan seluruh pihak terkait dalam sebuah forum dialog. Bagi Salim, musyawarah dapat membantu memperjelas posisi masing-masing pihak, menemukan titik temu, serta mencegah persoalan berkembang menjadi ketegangan baru.
Gagasan isbat wakaf sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Opsi tersebut muncul karena klaim wakaf dikaitkan dengan masa Sultan Iskandar Muda, sedangkan dokumen formal sebagaimana standar administrasi modern sulit ditemukan.
Yusril menyebut terdapat referensi sejarah yang dapat menjadi bahan kajian. Mekanisme isbat dipertimbangkan sebagai pendekatan untuk memperoleh penetapan hukum melalui pemeriksaan bukti dan kesaksian yang relevan, dengan tetap mengikuti ketentuan peradilan agama.
Salim mengingatkan bahwa pengalaman perdamaian Aceh menunjukkan persoalan besar dapat diselesaikan melalui dialog dan penghormatan antarpihak. Prinsip saling menguntungkan, saling menghormati, dan kesediaan untuk berdiskusi dinilai perlu menjadi dasar penyelesaian Blang Padang.
Kontes Durian Aceh Tenggara Dorong Lahirnya Varietas Unggul dan Agrowisata

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Kontes Durian II sebagai bagian dari strategi promosi komoditas lokal dan pengembangan ekonomi berbasis pertanian.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Pemuda Kutacane pada Minggu, 26 Juli 2026. Durian yang diperlombakan berasal dari budidaya petani lokal dan mewakili berbagai wilayah penghasil di Aceh Tenggara.
Festival dirancang untuk memperkenalkan keragaman durian daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada petani untuk menunjukkan mutu hasil kebun dan membangun jaringan dengan pembeli maupun pelaku usaha.
Bupati Aceh Tenggara yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, menyampaikan bahwa festival direncanakan menjadi agenda tahunan pemerintah daerah. Keberlanjutan acara diharapkan memperkuat identitas Aceh Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil durian.
Pemerintah daerah mengaitkan festival dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat agrowisata, dan membuka peluang investasi. Komoditas yang memiliki kualitas khas dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus produk unggulan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara Riskan menjelaskan bahwa peserta berasal dari 14 kecamatan. Cakupan tersebut memperlihatkan bahwa budidaya durian tersebar di berbagai bagian kabupaten dan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pembinaan yang lebih terarah.
Kontes juga dapat menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi pohon induk dan karakter buah yang layak dikembangkan sebagai varietas unggulan. Proses lanjutan tetap memerlukan pencatatan, pengujian, pembibitan, dan pendampingan teknis agar kualitas dapat dipertahankan.
Dengan menghubungkan pertanian, promosi, dan pariwisata, festival diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan. Nilai ekonomi yang lebih besar dapat terbentuk apabila petani memperoleh akses pasar, produk mendapat identitas yang jelas, dan kawasan produksi masuk dalam paket kunjungan agrowisata.
Bupati Agara Salim Fakhry Apresiasi Polda Aceh Gagalkan Peredaran 10 Kilogram Sabu di Bireuen


Bupati Aceh Tenggara sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, menyampaikan apresiasi kepada Polda Aceh atas penggagalan peredaran 10 kilogram narkotika di Bireuen.
Apresiasi tersebut menempatkan penindakan kepolisian sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Salim menilai keberhasilan aparat perlu diikuti dukungan masyarakat agar pencegahan dapat berjalan sampai ke lingkungan keluarga dan desa.
Dalam isu keamanan publik, penegakan hukum bukan satu-satunya unsur yang diperlukan. Pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan keluarga memiliki peran dalam pendidikan pencegahan serta pelaporan apabila ditemukan tanda-tanda peredaran.
Salim selama ini beberapa kali menyampaikan bahwa pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Ia mendorong aparatur desa dan masyarakat berpartisipasi dalam pencegahan, dengan tetap menyerahkan proses penyelidikan serta penindakan kepada lembaga penegak hukum.
Sebagai konteks, pada pemberitaan sebelumnya Salim juga pernah memberikan penghargaan kepada jajaran Polres Aceh Tenggara setelah pengungkapan kasus narkotika. Penghargaan tersebut dipandang sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap aparat yang bekerja menjaga keselamatan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, upaya pencegahan berkaitan langsung dengan perlindungan generasi muda. Penyalahgunaan narkotika dapat mengganggu pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, produktivitas, dan keamanan lingkungan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Salim juga dapat mendorong jaringan kader dan wakil rakyat untuk mendukung program pencegahan, rehabilitasi yang sesuai ketentuan, serta penguatan layanan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
H. M. Salim Fakhry, MM menyampaikan apresiasi atas upaya kepolisian dalam mencegah peredaran narkotika dan menekankan pentingnya kerja bersama untuk melindungi masyarakat Aceh dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Bahlil Lantik Pengurus DPD Golkar Aceh, Salim Fakhry Optimis Tambah Kursi Dewan

Pelantikan kepengurusan DPD Partai Golkar Aceh periode 2025–2030 menjadi titik awal konsolidasi baru. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta struktur partai diperkuat, sementara Ketua DPD Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, MM menyatakan optimisme untuk meningkatkan jumlah kursi legislatif dari Aceh.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik jajaran pengurus DPD Partai Golkar Aceh periode 2025–2030 di Banda Aceh pada 11 Juli 2026. Kepengurusan baru dipimpin H. M. Salim Fakhry, MM dan diisi sekitar 180 pengurus dari berbagai unsur organisasi.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi Partai Golkar Aceh setelah rangkaian pembentukan kepengurusan baru. Bahlil menekankan bahwa penambahan kursi legislatif tidak dapat dicapai tanpa organisasi yang aktif dan terhubung hingga tingkat paling bawah.
Setelah pelantikan tingkat provinsi, struktur Golkar Aceh diarahkan mempercepat agenda organisasi di kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Konsolidasi berjenjang diperlukan agar kerja partai tidak hanya terlihat pada momentum politik, tetapi berjalan terus menerus di tengah masyarakat.
H. M. Salim Fakhry, MM menyambut arahan tersebut dengan optimisme. Golkar Aceh saat ini memiliki 88 anggota DPRK di kabupaten/kota, sembilan anggota DPRA, serta tiga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh. Kepengurusan baru menargetkan capaian tersebut dapat ditingkatkan pada pemilu berikutnya.
Menurut arah konsolidasi yang dibangun, peningkatan kursi harus disiapkan melalui kaderisasi, pemetaan wilayah, penguatan struktur, dan penempatan figur yang memiliki hubungan kuat dengan masyarakat. Partai juga memberi ruang bagi kader muda dan perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam organisasi.
Bahlil dalam sambutannya menempatkan konsolidasi sebagai kunci keberlangsungan dan keberhasilan partai. Musyawarah daerah, pelantikan, dan pembentukan struktur merupakan bagian dari satu rangkaian yang harus dilanjutkan dengan kerja organisasi yang nyata.
Selain agenda elektoral, Golkar Aceh juga diarahkan ikut mendukung pembangunan daerah. DPP meminta kader Golkar di Aceh membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan menempatkan kepentingan pembangunan masyarakat sebagai bagian penting dari kerja politik partai.
Kepengurusan periode 2025–2030 memadukan unsur senior, kader berpengalaman, legislator, kepala daerah, tokoh perempuan, dan generasi baru. Komposisi tersebut diharapkan membuat proses regenerasi berjalan tanpa memutus pengalaman organisasi yang sudah terbentuk sebelumnya.
Bagi Salim Fakhry, pelantikan bukan akhir dari pembentukan kepengurusan, melainkan awal dari pekerjaan yang lebih besar. Seluruh bidang dan biro dituntut menyusun program, memperkuat koordinasi dengan DPD kabupaten/kota, dan memastikan agenda partai dapat diukur hasilnya.
Dengan kepengurusan baru, Golkar Aceh memasuki periode konsolidasi menuju Pemilu 2029. Target utamanya adalah memperluas dukungan masyarakat, meningkatkan representasi legislatif, dan memastikan keberadaan Partai Golkar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh.
Ketua Golkar Aceh Dukung Investasi di Nagan Raya, Ajak Kader Beringin Kawal Pembangunan Daerah


Ketua DPD Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, MM menyatakan dukungan terhadap pengembangan investasi di Nagan Raya dan mengajak kader Partai Golkar ikut mengawal agar pembangunan memberi manfaat nyata bagi masyarakat daerah.
DPD Partai Golkar Aceh mendukung langkah pengembangan investasi di Kabupaten Nagan Raya sebagai salah satu jalan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ketua DPD Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, MM menempatkan dukungan tersebut dalam kerangka pembangunan yang harus menghasilkan lapangan kerja, aktivitas ekonomi baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Nagan Raya dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian karena rencana investasi berskala besar yang sedang dijajaki pemerintah kabupaten. Berbagai pihak di daerah melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk memperluas basis ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan kawasan.
Bagi Golkar Aceh, dukungan terhadap investasi tidak berhenti pada masuknya modal. Kader partai, terutama yang berada di lembaga legislatif dan struktur daerah, perlu ikut mengawal aspek tata kelola, kepastian hukum, keterlibatan tenaga kerja lokal, perlindungan lingkungan, serta hubungan yang sehat antara investor dan masyarakat.
Pengawalan diperlukan agar investasi benar-benar menjadi instrumen pembangunan. Masyarakat sekitar harus memperoleh ruang yang adil untuk bekerja, berusaha, meningkatkan keterampilan, dan terlibat dalam rantai ekonomi yang tumbuh dari aktivitas investasi tersebut.
Golkar juga memandang pemerintah daerah perlu menjaga transparansi informasi mengenai tahapan investasi. Komunikasi publik yang baik penting untuk mencegah kesimpangsiuran, memberikan kepastian kepada masyarakat, dan memastikan setiap proses mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di tingkat DPRK Nagan Raya, Fraksi Partai Golkar sebelumnya juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah kabupaten membuka peluang investasi besar. Dukungan itu disertai harapan agar investasi mampu membuka lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Nagan Raya.
Salim Fakhry mengajak kader beringin melihat pembangunan daerah sebagai kerja bersama. Perbedaan posisi politik tidak seharusnya menghambat dukungan terhadap kebijakan yang memberi manfaat luas, sementara fungsi pengawasan tetap harus dijalankan secara bertanggung jawab.
Penguatan investasi juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan vokasi, pelatihan tenaga kerja, penguatan UMKM lokal, dan kesiapan infrastruktur perlu menjadi bagian dari perencanaan agar masyarakat Nagan Raya tidak hanya menjadi penonton ketika kegiatan ekonomi baru mulai berjalan.
DPD Partai Golkar Aceh akan terus mendorong kadernya mengawal pembangunan yang produktif, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Dukungan terhadap investasi di Nagan Raya ditempatkan dalam semangat tersebut: mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara luas.
TRK Pimpin Golkar Nagan Raya, Targetkan Raih 8 Kursi DPRK pada Pemilu 2029

Partai Golkar Nagan Raya memasang sasaran delapan kursi DPRK pada Pemilu 2029. Target itu menjadi agenda konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinan Teuku Raja Keumangan (TRK), dengan fokus pada penguatan struktur, kaderisasi, dan kerja politik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Teuku Raja Keumangan (TRK) memimpin Partai Golkar Nagan Raya dengan target meningkatkan kekuatan fraksi Golkar di DPRK pada Pemilu 2029. Sasaran delapan kursi ditempatkan bukan sekadar sebagai angka elektoral, tetapi sebagai tolok ukur keberhasilan konsolidasi partai sampai ke tingkat kecamatan dan gampong.
Untuk menuju target tersebut, kerja organisasi perlu dimulai jauh sebelum tahapan pemilu. Penataan kepengurusan, penguatan komunikasi antarstruktur, pemetaan basis pemilih, serta kehadiran kader dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah menjadi bagian penting dari persiapan jangka menengah Golkar Nagan Raya.
TRK memiliki pengalaman panjang di politik Aceh dan pemerintahan daerah. Pengalaman itu menjadi modal bagi Golkar Nagan Raya untuk membangun organisasi yang lebih terukur, terutama dalam menyelaraskan agenda partai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah kabupaten.
Golkar Nagan Raya juga diarahkan memperluas ruang kaderisasi. Regenerasi menjadi penting agar partai memiliki calon-calon legislatif yang mampu bekerja di tengah masyarakat, memahami persoalan lokal, serta memiliki rekam jejak pelayanan publik yang dapat dinilai langsung oleh pemilih.
Target delapan kursi menuntut kerja yang berbeda di setiap daerah pemilihan. Karena itu, konsolidasi tidak dapat hanya bertumpu pada kegiatan seremonial. Struktur partai perlu memiliki data, agenda kunjungan, program komunikasi publik, dan mekanisme evaluasi yang berjalan secara berkala.
Kekuatan Golkar di DPRK nantinya diharapkan berbanding lurus dengan kemampuan memperjuangkan kepentingan masyarakat Nagan Raya. Isu lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, penguatan UMKM, serta pengelolaan sumber daya daerah menjadi ruang kerja yang harus dikawal oleh kader dan legislator.
DPD Partai Golkar Aceh mendorong seluruh kepengurusan kabupaten/kota menjadikan Pemilu 2029 sebagai agenda organisasi yang dipersiapkan sejak dini. Soliditas internal, keterbukaan terhadap kader muda dan perempuan, serta disiplin menjalankan keputusan organisasi menjadi bagian dari strategi memperkuat perolehan kursi.
Di Nagan Raya, konsolidasi juga berkaitan dengan kemampuan partai menjaga hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat. Golkar dituntut hadir bukan hanya pada masa pemilu, tetapi dalam pembahasan persoalan pembangunan dan kebutuhan warga sehari-hari.
Dengan target delapan kursi DPRK, Golkar Nagan Raya menetapkan standar kerja yang tinggi untuk lima tahun ke depan. Pencapaian target tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi struktur partai, kualitas kader yang ditawarkan kepada pemilih, dan kemampuan menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi kerja politik yang nyata.
