Dari Aceh, Bahlil Tegaskan Dua Agenda Besar Partai Golkar

Dari Aceh, Bahlil Tegaskan Dua Agenda Besar Partai Golkar

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi penghubung antara dua agenda utama Partai Golkar: penambahan kursi dan dukungan kepada pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat melantik jajaran DPD Partai Golkar Aceh periode 2025–2030 di Banda Aceh. Dalam kegiatan itu, Muhammad Salim Fakhry—Bupati Aceh Tenggara sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Aceh—resmi memimpin kepengurusan baru.

Agenda pertama yang ditekankan adalah peningkatan perolehan kursi legislatif. Bahlil menilai target itu harus dibangun melalui konsolidasi yang menjangkau seluruh tingkatan organisasi, bukan hanya melalui aktivitas menjelang pemilu.

Agenda kedua adalah memastikan Partai Golkar terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut mencakup pengawalan program pemerintah sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat melalui kader partai di lembaga legislatif dan eksekutif.

Kegiatan di Aceh menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional yang meliputi pelantikan pengurus, rapat kerja daerah, dan bimbingan teknis. Melalui rangkaian itu, struktur partai diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai target, pembagian kerja, dan tanggung jawab organisasi.

Bahlil meminta pengurus baru merangkul seluruh unsur tanpa membedakan latar belakang atau generasi. Ia mengingatkan bahwa Partai Golkar tumbuh dari beragam kelompok masyarakat, termasuk petani, nelayan, guru, buruh, kalangan profesional, dan purnawirawan.

Dalam susunan kepengurusan Aceh, Sabri Badruddin dipercaya sebagai sekretaris, Muhammad Rizky, SE sebagai bendahara, dan Khalid sebagai ketua harian. Mereka bersama jajaran bidang lainnya bertugas menerjemahkan agenda konsolidasi ke dalam program kerja yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi.