Partai Golongan Karya
Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia. Partai Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 oleh Soeharto dan Suhardiman, berawal dari berdirinya Sekber Golkar pada masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno untuk menghimpun berpuluh-puluh organisasi pemuda, wanita, sarjana, buruh, tani, dan nelayan.
Golongan Karya sendiri lahir dari gagasan integralistik-kolektivistik yang diajukan Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara sejak 1940, sebagai sistem perwakilan alternatif berdasarkan golongan-golongan fungsional dalam masyarakat.
Melalui Paradigma Baru Partai Golkar, doktrin karya kekaryaan — Karya Siaga Gatra Praja — tetap dipegang teguh: memandang masyarakat dari perspektif fungsi dan peran, berorientasi pada program serta pemecahan masalah, bukan pada aliran maupun ideologi sempit, demi menghindarkan bangsa dari konflik dan perpecahan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Aceh menjalankan amanah tersebut di tingkat daerah, berkantor di Banda Aceh, dan terus bekerja menghimpun aspirasi masyarakat Aceh melalui kader-kader yang tersebar hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Sejarah Golkar berakar pada gagasan perwakilan golongan fungsional yang berkembang sejak masa sebelum kemerdekaan dan kemudian mengalami perubahan bentuk organisasi sesuai dinamika politik Indonesia.
Gagasan integralistik dan kolektivistik yang dikaitkan dengan Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara menjadi salah satu akar pemikiran mengenai keterwakilan berdasarkan fungsi dan peran dalam masyarakat.
Pada dekade 1950-an, konsep Golongan Karya berkembang sebagai alternatif sistem perwakilan yang menghimpun golongan-golongan fungsional di tengah masyarakat.
Istilah Golongan Fungsional kemudian berkembang menjadi sebutan Golongan Karya, yang selanjutnya dikenal luas dengan singkatan Golkar.
Sekretariat Bersama Golongan Karya menjadi tonggak penting konsolidasi berbagai organisasi karya dan menjadi tanggal yang diperingati sebagai hari lahir Golkar.
Golkar mengikuti Pemilu 1971 dan kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan politik nasional yang terus mengalami pembaruan kelembagaan hingga era reformasi.
Sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai Golkar Bab IV Pasal 7.
Tugas pokok Partai Golkar adalah memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan — ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum, serta pertahanan dan keamanan nasional — guna mewujudkan cita-cita nasional. Untuk itu, Partai Golkar menjalankan fungsi: