Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik jajaran DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kepengurusan tersebut dipimpin H. M. Salim Fakhry, Bupati Aceh Tenggara yang juga menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, bersama sekitar 180 orang pengurus.
Dalam arahannya, Bahlil menegaskan bahwa peningkatan jumlah kursi legislatif tidak dapat dicapai hanya melalui kegiatan seremonial. Target tersebut harus didukung organisasi yang aktif, terhubung hingga tingkat kabupaten dan kota, kecamatan, serta desa, sehingga kerja politik dapat berlangsung secara konsisten.
Pelantikan dan musyawarah daerah diposisikan sebagai bagian dari konsolidasi, bukan sebagai akhir dari proses organisasi. Setelah pelantikan tingkat provinsi, jajaran pengurus diminta segera memastikan struktur di bawahnya terbentuk, bekerja, dan memiliki agenda yang terukur menjelang pemilu berikutnya.
Bahlil juga menyampaikan dua agenda besar Partai Golkar. Agenda pertama adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif. Agenda kedua adalah mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Menurutnya, situasi geopolitik dunia yang belum stabil dapat berdampak pada ekonomi dan ketahanan energi Indonesia. Karena itu, kader Golkar diminta membantu menjelaskan serta mengawal program pemerintah, sembari tetap menyampaikan kebutuhan masyarakat daerah melalui mekanisme politik dan pemerintahan yang tersedia.
Untuk Aceh, Bahlil meminta jajaran Golkar membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam melanjutkan pembangunan. Perbedaan atau kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan, menurutnya, perlu diselesaikan melalui pembicaraan yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Salim Fakhry menyampaikan bahwa Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRD kabupaten dan kota, sembilan anggota DPR Aceh, serta tiga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh. Ia menyatakan kepengurusan baru akan bekerja secara kolektif untuk menambah capaian tersebut melalui konsolidasi dan persatuan seluruh unsur partai.














