Musda XI Partai Golkar Pidie digelar di Gedung Meusapat Ureung Pidie pada 29 Agustus 2026. Persidangan dipimpin Kamaruzzaman Haqni dari DPD I Partai Golkar Aceh.

Pimpinan sidang menjelaskan mekanisme aklamasi ditempuh karena hanya satu bakal calon yang mendaftar melalui Steering Committee dan memenuhi ketentuan organisasi. Berdasarkan proses itu, T. Saifullah TS ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Pelaksanaan Musda juga diwarnai dinamika internal. Muhammad Junaidi bersama sejumlah pendukung memilih meninggalkan forum dan menyatakan akan membawa beberapa persoalan yang mereka pertanyakan ke tingkat DPP.

Isu yang dipersoalkan pihak tersebut antara lain berkaitan dengan Steering Committee, kepengurusan Pimpinan Kecamatan, dan tahapan pelaksanaan Musda. Meski demikian, persidangan tetap dilanjutkan sampai seluruh agenda forum selesai.

Setelah ditetapkan, Saifullah mengajak kader dan pengurus kembali memperkuat soliditas organisasi. Ia menyebut dinamika selama Musda sebagai bagian dari proses internal yang selanjutnya perlu diselesaikan melalui mekanisme partai.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi sampai tingkat kecamatan dan desa serta membangun komunikasi dengan kader dan masyarakat. Agenda tersebut menjadi pekerjaan awal kepengurusan periode 2026–2030.

Dengan selesainya Musda, Golkar Pidie memasuki fase penyatuan kembali struktur organisasi, penguatan kaderisasi, dan penataan kerja partai untuk menghadapi agenda politik dan pelayanan masyarakat pada periode mendatang.