Musyawarah Daerah VII Partai Golkar Bireuen berlangsung di Aula Hotel Fajar, Bireuen, pada 20 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi agenda evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus penetapan kepemimpinan untuk lima tahun berikutnya.
Dukungan terhadap Mukhlis datang dari 17 Pengurus Kecamatan Partai Golkar serta unsur organisasi sayap. Dukungan yang disampaikan dalam forum membuat Mukhlis menjadi satu-satunya figur yang memperoleh dukungan untuk kembali memimpin DPD Golkar Bireuen.
Sekretaris DPD Golkar Bireuen demisioner, H. Yusri Abdullah, menyampaikan bahwa pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya diterima peserta Musda. Setelah itu, pimpinan sidang menetapkan Mukhlis sebagai ketua terpilih melalui mekanisme aklamasi.
Salah satu capaian yang disorot dalam forum adalah hasil Pemilu 2024, ketika Golkar Bireuen menempatkan sembilan kader sebagai anggota DPRK Bireuen periode 2024–2029. Capaian itu menjadi salah satu modal organisasi untuk melanjutkan konsolidasi pada periode baru.
Musda juga membentuk tim formatur beranggotakan lima orang. Mukhlis menjadi ketua formatur, sementara anggota lainnya berasal dari unsur kecamatan, DPD Golkar Aceh, dan organisasi sayap. Tim diberi waktu satu bulan untuk menyusun komposisi kepengurusan baru.
Musda VII dibuka Ketua DPD Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjalankan mekanisme organisasi secara terbuka, menjaga soliditas kader, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Dengan terpilihnya kembali Mukhlis, agenda Golkar Bireuen berikutnya berfokus pada penguatan struktur, kaderisasi, komunikasi dengan masyarakat, serta menjaga capaian politik yang telah diperoleh pada periode sebelumnya.
