DIANA Putri Amelia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh periode 2024-2029 termuda. Saat dilantik sebagai anggota parlemen, Diana berusia 25 tahun.
Namanya mencuat pada Pemilu Legislatif 2024. Banyak orang saat itu memperkirakan Diana hanya menjadi pemanis di kertas suara. Apalagi lawan yang dia hadapi di daerah pemilihan Aceh empat, yang meliputi Bener Meriah dan Aceh Tengah, bukan “kaleng-kaleng”.
Tapi hasil akhir perhitungan suara Diana pada kontestasi itu berbanding 360 derajat. Dia lolos ke Gedung Parlemen Aceh. Dari internal Partai Golkar, Diana meraih 16.164 suara. Ini adalah angka yang menempatkannya sebagai peraih suara tertinggi di partai berlambang pohon beringin untuk Dapil 4 Aceh.
Raihan tersebut melampaui sejumlah nama senior, termasuk Muchsin Hasan yang memperoleh 8.484 suara dan Aramiko Aritonang dengan 3.208 suara. Secara keseluruhan, Partai Golkar mengumpulkan 34.770 suara di dapil tersebut.
Jumlah itu menjadi yang tertinggi untuk perebutan kursi DPRA di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, unggul dari Partai Kebangkitan Bangsa yang mengoleksi 27.603 suara. “Walaupun perdana didalam ruang lingkup politik, saya berupaya dengan kemampuan dan edukasi yang saya punya untuk bisa menjadi keterwakilan dari suara perempuan dan anak muda," kata Diana, Selasa, 19 Mei 2026.
Sarjana Manajemen Bisnis Universitas Muhammadiyah Medan itu sebelumnya lebih akrab dengan dunia usaha dibanding politik praktis. Sepulang kuliah, ia memilih membantu usaha keluarga di sektor kopi Arabika Gayo. Diana dipercaya menjadi manajer pemasaran di CV Gayo Mandiri Coffee. Spesialisasinya menangani dokumen ekspor kopi.
Tapi politik mendarah daging di keluarga Diana. Ayahnya, Mhd Amin adalah Ketua DPD Partai Golkar Bener Meriah. Tapi putri Yuliara Kasni ini menepis anggapan bahwa jalan menuju parlemen semata karena faktor keluarga.
Ia mengaku awalnya tidak pernah bercita-cita menjadi anggota dewan. Kesempatan itu, kata dia, datang ketika Partai Golkar memberi ruang bagi generasi muda untuk maju dalam pemilihan legislatif.
“Partai memberi kesempatan buat saya untuk maju. Saya merasa terpanggil mewakili perempuan, karena selama ini wanita selalu dinomortigakan dalam segala hal,” ujar Diana.
Sebagai anggota Komisi V DPRA, Diana mengaku ingin fokus pada fungsi pengawasan, terutama di sektor kesehatan, bantuan sosial, dan pengelolaan anggaran yang langsung menyentuh masyarakat.
“Saya akan berusaha menjalankan fungsi dewan sebenarnya. Artinya dalam pengawasan baik pengalokasian anggaran. Tentu saya harus bekerja profesional dalam pengawasan tersebut,” kata Diana.
Ia juga mengaku ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya. Meski demikian, Diana menegaskan pengawasan tidak hanya terbatas pada Aceh Tengah dan Bener Meriah. “Saya berterima kasih atas dukungan keluarga, sahabat, kerabat serta seluruh tim pemenangan. Mereka memberikan saya satu kesempatan besar untuk berbuat lebih banyak demi Bener Meriah dan Aceh Tengah,” kata Diana.*
Sumber: AJNN
